SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu Beri Dispensasi Penuh untuk Maura Ernita, Orang Tua Harap Pemkab Inhil dan Pemprov Riau Dukung hingga ke Surakarta dan Solo

 TEMBILAHAN, INHIL, Riau , 8/09/2026— Indinvestigasi.co.id_Perjuangan Maura Ernita, siswi kelas X SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu yang berhasil menjadi finalis Duta Budaya Indonesia Nusantara Berwastra 2026 mewakili Provinsi Riau, mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah.

.



 Kepala SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu, Agus Purwanto, S.Pd, menyatakan sekolah memberikan dispensasi penuh kepada Maura agar dapat mempersiapkan diri menghadapi rangkaian kegiatan tingkat nasional.

 Hal tersebut disampaikan Agus saat di wawancarai wartawan IND INVESTIGASI, Selasa, 8 September 2026.

 “Kami sangat mengapresiasi inisiatif Ananda Maura dalam ajang Duta Budaya Indonesia Nusantara Berwastra ini. Sebagaimana halnya keluarga besar SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu, kami memberikan apresiasi penuh,” ujar Agus.


 Menurut Agus, sekolah memberikan ruang bagi Maura untuk fokus mempersiapkan diri menuju tahapan nasional.

  “Sekolah memberikan dispensasi khusus kepada Ananda Maura, agar dalam waktu yang tersisa ini, pikiran dan wawasannya dapat terfokus sepenuhnya untuk mempersiapkan diri menuju ajang tingkat nasional,” jelasnya.


Sekolah Siapkan Pembinaan Khusus

 Tidak hanya dispensasi, SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu juga berencana memberikan pembinaan tambahan kepada Maura.

 Pembinaan tersebut akan dilakukan melalui konsultasi dengan Putra Kebudayaan Riau, M. Rizki Nur Asri, yang juga disebut Agus sebagai Duta Budaya Provinsi Riau dan berasal dari SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu.

Selain itu, para guru sekolah juga akan dilibatkan dalam memberikan pendampingan.

 Materi pembinaan akan diarahkan pada public speaking, wawasan budaya dan kemampuan penampilan, sehingga Maura diharapkan mampu tampil maksimal dalam ajang nasional.

  “Materi pembinaannya meliputi kemampuan public speaking serta pengayaan wawasan budaya lainnya, agar Ananda Maura dapat menampilkan bakat dan kemampuan terbaiknya di panggung nasional nanti,” kata Agus.


 Dukungan sekolah sebelumnya juga telah disebutkan akan melalui sesi photoshoot serta memfasilitasi baju wastra untuk mendukung kebutuhan Maura dalam mengikuti ajang tersebut.

 Agus menegaskan, dispensasi yang diberikan sekolah mencakup seluruh rangkaian kegiatan.

  “Sekolah memberikan dispensasi penuh kepada Ananda Maura — mulai dari sebelum kegiatan berlangsung, selama kegiatan berlangsung, hingga kegiatan tersebut selesai nanti. Itu adalah bentuk dukungan penuh dari kami,” tegasnya.


Orang Tua Optimistis Dampingi Maura ke Surakarta

 Sementara itu, orang tua Maura, Samsul, menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan dukungan kepada putrinya.

 Samsul mengaku tetap optimistis dan berkomitmen mendampingi Maura dalam mengikuti proses kegiatan yang telah dipersiapkan panitia Duta Budaya Indonesia 2026 di yang di gelar di Surakarta dan Solo 

  “Saya tetap optimis akan mendampingi putri saya ke Surakarta mengikuti proses kegiatan dari panitia Duta Budaya Indonesia 2026 mewakili Provinsi Riau. Terima kasih atas dukungan Kepala Sekolah SMAN 1 Hulu ini,” ujar Samsul.


 Namun, Samsul juga berharap sebelum Maura melangkah lebih jauh dalam kompetisi tersebut, pihak sekolah dapat memberikan bimbingan khusus.

 Menurutnya, kemampuan berbicara di depan publik dan penguasaan wawasan budaya Riau menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan.

  “Saya memohon agar anak saya mendapatkan bimbingan khusus sebelum melangkah lebih maju sebagai finalis Duta Budaya Indonesia 2026, terlebih terkait public speaking dan wawasannya soal budaya Riau,” ungkap Samsul.


 Bagi Samsul, kesempatan yang diperoleh Maura bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Riau di tingkat nasional.

Pemerintah Dinilai Perlu Lebih Masif Sosialisasikan Gerakan Berwastra

 IND INVESTIGASI menilai keberadaan ajang Duta Budaya Indonesia Nusantara Berwastra 2026 juga dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sosialisasi mengenai budaya berwastra kepada generasi muda.

 Wastra tidak semestinya hanya dikenakan ketika menghadiri acara seremonial. Lebih jauh, wastra dapat menjadi bagian dari identitas budaya, ekonomi kreatif, pendidikan dan promosi daerah.

 Karena itu, keberadaan pelajar seperti Maura yang membawa nama Riau dalam ajang nasional seharusnya dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk memperkenalkan wastra khas Riau, nilai filosofisnya, sejarahnya serta potensi ekonomi kreatif di baliknya kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

 Sosialisasi dapat dilakukan melalui sekolah, kegiatan kebudayaan, komunitas pemuda, media sosial pemerintah maupun berbagai agenda resmi daerah.

 Dengan demikian, semangat berwastra tidak berhenti pada sebuah kompetisi, tetapi berkembang menjadi gerakan kebudayaan yang melibatkan generasi muda.

Pemkab Inhil dan Pemprov Riau Diharapkan Hadir Secara Nyata

 Di sisi lain, perjuangan Maura menuju puncak Duta Budaya Indonesia 2026 tentu membutuhkan persiapan dan biaya.

 Mulai dari perjalanan menuju Surakarta, kebutuhan akomodasi, perlengkapan kegiatan, busana, persiapan penampilan hingga kebutuhan lain selama mengikuti rangkaian kegiatan nasional.

 Karena itu, Pemkab Indragiri Hilir dan Pemprov Riau diharapkan tidak hanya memberikan apresiasi secara moril, tetapi juga mempertimbangkan dukungan secara finansial sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

 Dukungan tersebut bukan semata-mata untuk seorang siswi, melainkan merupakan bentuk investasi pemerintah terhadap promosi budaya dan sumber daya manusia muda daerah.

 Apalagi Maura masih duduk di kelas X. Perjalanan pendidikannya masih panjang dan keberhasilannya menjadi finalis nasional dapat menjadi pengalaman berharga untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi serta kecintaan terhadap budaya daerah.

 Dukungan pemerintah juga dapat menjadi pesan positif bahwa anak-anak daerah yang berprestasi dan membawa nama Indragiri Hilir serta Riau ke tingkat nasional tidak berjalan sendirian.

 Tentunya, bentuk dukungan finansial tersebut perlu dilaksanakan melalui program, mekanisme penganggaran dan ketentuan pertanggungjawaban yang sah, sehingga tidak hanya tepat sasaran tetapi juga akuntabel.

Membawa Nama Riau ke Panggung Nasional

Kepala SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu, Agus Purwanto, kembali menegaskan harapannya agar pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap perjuangan Maura.

  “Ananda Maura tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga mewakili Kabupaten Indragiri Hilir dan Provinsi Riau,” ujarnya.


 Ia berharap prestasi tersebut mendapatkan apresiasi positif dan dukungan hingga seluruh rangkaian kegiatan nasional selesai.

Sementara Samsul sebagai orang tua menyatakan akan terus mendampingi putrinya.

Kini, perjuangan Maura bukan hanya tentang meraih posisi terbaik dalam ajang Duta Budaya Indonesia Nusantara Berwastra 2026, tetapi juga tentang bagaimana seorang generasi muda Indragiri Hilir dapat membawa nama Riau, budaya dan wastra daerah tampil di panggung nasional.

Pertanyaannya kini: akankah pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dan Provinsi Riau mengambil bagian lebih jauh dalam perjalanan tersebut?

(Djack Djamrie/ Tim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HASIL RESMI LAB WAY RATAI: MERKURI DI BAWAH BAKU MUTU, DO TEPAT DI AMBANG BATAS

Masyarakat kuala enok kecamatan Tanah merah Inhil, Apresiasi Polsek Tanah merah gerak cepat penangkapan pelaku dugaan pencabulan

Dugaan Guru MAN 2 Kuala Enok Masuk Rumah tanpa izin Saat Cari Siswa, Haryati akan tempuh jalur hukum atas Keberatan Bagian Dalam Rumah Direkam