RUMAH BOLEH SEDERHANA, TAPI HARAPAN TAK BOLEH ROBOH: KISAH KEPEDULIAN KADES TANJUNG PASIR UNTUK DATUK ABDULLAH DAN ISTRI

 TANJUNG PASIR, Kecamatan Tanah Merah, Inhil— Minggu 6 September 2026_Indinvestigasi.co.id_Kegiatan kontrol sosial yang dilakukan IND INVESTIGASI ke Desa Tanjung Pasir 30 Juli 2026, membawa media pada sebuah cerita yang tidak hanya berbicara tentang pembangunan desa, tetapi juga tentang kehidupan seorang warga yang berada di penghujung usia.



 Di tengah aktivitas pemerintahan desa, perhatian media tertuju pada sosok Datuk Abdullah bersama istrinya, pasangan warga yang disebut pernah menempati rumah dalam kondisi memprihatinkan.

 Dalam penelusuran yang dilakukan, media memperoleh informasi bahwa rumah yang sebelumnya ditempati pasangan tersebut sudah tidak layak dan disebut dalam kondisi mengkhawatirkan hingga dikhawatirkan roboh, Terlebih saat angin kencang

 Namun, ketika IND INVESTIGASI datang ke lokasi, rumah tersebut sudah dibangun kembali.

 Bukan sedang dibangun dan bukan pula baru akan dikerjakan. Rumah yang saat ini ditempati Datuk Abdullah dan istrinya telah dibangun sejak awal Agustus 2025.

 Dalam kunjungan tersebut, IND INVESTIGASI mendatangi rumah Datuk Abdullah dan istrinya dengan didampingi Kepala Desa, beberapa perangkat desa serta sejumlah warga, Media melihat secara langsung kondisi Datuk Abdullah dan istrinya sekaligus menggali informasi mengenai latar belakang pembangunan rumah tersebut.

Kades Ambil Inisiatif, Gunakan Dana Pribadi

 Dari penelusuran di lapangan dan komunikasi dengan warga, pembangunan rumah tersebut disebut bermula dari kondisi rumah lama yang sudah tidak layak ditempati.

 Melihat kondisi tersebut, Kepala Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Merah, Amron, S,Pd, kemudian mengambil inisiatif untuk membantu. Bantuan tersebut tidak hanya dilakukan sendiri, tetapi juga melibatkan masyarakat melalui semangat gotong royong.

 Saat ditemui IND INVESTIGASI di lokasi, Amron menjelaskan secara langsung mengenai pembangunan rumah tersebut.

 “Ya, ini menggunakan dana pribadi saya dan dengan bantuan warga, kami bergotong royong membantu Datuk Abdullah dan istrinya ini, Saya dan Warga langsung mengerjakan “ ujar Kepala Desa


 Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan rumah tersebut dilakukan atas dasar kepedulian, dengan dukungan masyarakat sekitar.

 Berharap Datuk Abdullah dan Istri Bisa Menjalani Masa Tua dengan Tenang

 Lebih jauh, Kepala Desa menyampaikan harapan agar rumah tersebut dapat memberikan ketenangan bagi Datuk Abdullah dan istrinya dalam menjalani masa tua.

  “Saya berharap secara pribadi semoga Datuk dan istrinya ini bisa juga tenang menjalani masa tua-nya ini, terlebih sekarang sudah tak bisa bekerja lagi, mengharapkan uluran tangan kami lah lagi,” tuturnya.

 Kepala Desa juga menyatakan komitmennya untuk tetap memperhatikan kondisi pasangan tersebut,

 “Insya Allah saya akan selalu memperhatikan hal ini,” lanjutnya.

 Menurut Amron, kepedulian tersebut juga tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang selama ini turut membantu kehidupan Datuk Abdullah dan istrinya.

  “Dan juga terima kasih kepada beberapa warga yang juga kadang telah membantu kehidupan sehari-hari untuk Datuk Abdullah ini,” ujarnya.


Sekdes Joni Ungkap Kondisi Rumah Sebelumnya

 Informasi mengenai kondisi rumah sebelumnya juga diperoleh media dari Joni, Sekretaris Desa Tanjung Pasir.

 Ketika ditanyakan mengenai bangunan tersebut, Joni menjelaskan bahwa rumah yang kini ditempati Datuk Abdullah merupakan hasil dari inisiatif Kepala Desa dan gotong royong masyarakat.

  “Bangunan yang di tempat sekarang adalah hasil dari inisiatif Pak Kades dengan gotong royong dari masyarakat setempat, dari RT, RW, serta perangkat lain termasuk Pak Wali ikut mengerjakan bangunan tersebut.”


Joni juga menyebut pembangunan rumah tersebut dilakukan sekitar awal Agustus 2025.

 Ketika media menanyakan alasan utama Kepala Desa memberikan bantuan kepada Datuk Abdullah, Joni memberikan gambaran mengenai kondisi rumah sebelumnya.

 “Secara umum memang sudah tidak layak lagi, sudah mau rubuh, Pak.” Ujar Joni menjawab konfirmasi Wartawan saat dihubungi kembali (6/09/2026)



 Keterangan tersebut memperkuat informasi bahwa perhatian terhadap Datuk Abdullah dan istrinya berawal dari kondisi tempat tinggal mereka yang dinilai sudah tidak layak.

Ada Persoalan yang Lebih Besar dari Sekadar Rumah

 Penelusuran media kemudian menemukan persoalan lain yang juga perlu menjadi perhatian, yakni mengenai status tanah tempat rumah tersebut berdiri.

 Menurut keterangan Joni, rumah Datuk Abdullah sebelumnya berada di atas tanah milik orang lain.

  “Itu data Datuk kemaren yang rumahnya numpang di tanah orang yang bilang waktu bisa diambil pemiliknya ketika ada keperluan pembangunan lain.”


 Dengan demikian, persoalan Datuk Abdullah dan istrinya bukan hanya mengenai kondisi bangunan rumah, tetapi juga menyangkut kepastian tempat tinggal dalam jangka panjang.

 Sebab, meskipun rumah sudah dibangun melalui kepedulian Kepala Desa dan gotong royong masyarakat, persoalan lahan tetap menjadi bagian yang perlu dicarikan solusi.

Kades Harapkan Uluran Tangan dari Berbagai Pihak

Di tengah kondisi tersebut, Kepala Desa juga menyampaikan harapan agar pembangunan rumah yang lebih permanen bagi Datuk Abdullah dan istrinya dapat memperoleh perhatian dari berbagai pihak.

  “Harapan ada bantuan dari pihak mana pun, baik itu pemerintah, dermawan dan seluruh masyarakat yang mau menyisihkan sedikit hartanya atau rezekinya untuk pembangunan rumah Datuk Abdullah dan istri agar mereka memiliki rumah pribadi yang sah”

 Harapan tersebut menunjukkan bahwa persoalan rumah Datuk Abdullah tidak ingin hanya dibebankan kepada pemerintah desa.

 Kepala Desa berharap kepedulian dapat datang dari berbagai pihak, baik pemerintah, para dermawan maupun masyarakat yang memiliki kemampuan untuk membantu.

 Lebih jauh, pemerintah desa disebut siap memberikan dukungan dari sisi lahan apabila pembangunan rumah tersebut dapat direalisasikan.

 “Kita dari pemerintah desa akan menghibahkan tanah apabila pembangunan bisa dilaksanakan.”


 Jika rencana tersebut dapat direalisasikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, maka bantuan yang diberikan nantinya tidak hanya menyelesaikan persoalan bangunan, tetapi juga dapat memberikan kepastian tempat tinggal bagi Datuk Abdullah dan istrinya.

Gotong Royong yang Masih Hidup

 Kisah Datuk Abdullah dan istrinya memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap warga yang membutuhkan masih tumbuh di tengah masyarakat Desa Tanjung Pasir.

 Kepala Desa mengambil inisiatif, Warga ikut bergotong royong. Bahkan sejumlah masyarakat disebut masih turut membantu kebutuhan sehari-hari pasangan tersebut.

 Bagi Datuk Abdullah dan istrinya, rumah tersebut bukan sekadar bangunan. Rumah itu menjadi tempat untuk menjalani kehidupan di masa tua, ketika kemampuan untuk bekerja sudah tidak seperti sebelumnya.

Catatan dari Kegiatan Kontrol Sosial

Bagi IND INVESTIGASI, kegiatan kontrol sosial tidak selalu harus berujung pada temuan mengenai persoalan pemerintahan.

 Media juga perlu mencatat ketika menemukan inisiatif, kepedulian dan tindakan nyata yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

 Dalam kasus Datuk Abdullah, terdapat rangkaian informasi yang diperoleh media: rumah sebelumnya disebut sudah tidak layak dan nyaris roboh, pembangunan rumah dilakukan sekitar awal Agustus 2025, Kepala Desa menyatakan menggunakan dana pribadi bersama bantuan warga, serta terdapat upaya pemerintah desa untuk mencari solusi terkait lahan.

 Namun demikian, informasi mengenai status dan rencana hibah tanah tetap perlu dilihat berdasarkan mekanisme serta ketentuan yang berlaku agar nantinya memberikan kepastian bagi Datuk Abdullah dan istrinya.

 Pada akhirnya, membangun sebuah rumah mungkin dapat dilakukan dalam waktu tertentu. Tetapi memastikan dua orang tua dapat menjalani masa tua dengan aman, layak dan bermartabat membutuhkan kepedulian yang lebih panjang.

 Dan dari sebuah rumah di Desa Tanjung Pasir, IND INVESTIGASI menemukan sebuah cerita sederhana: bahwa kepedulian seorang pemimpin terkadang dimulai dari keberaniannya melihat kondisi warganya, mengambil inisiatif, kemudian mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan solusi.


(Djack Djamrie/ Tim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HASIL RESMI LAB WAY RATAI: MERKURI DI BAWAH BAKU MUTU, DO TEPAT DI AMBANG BATAS

Masyarakat kuala enok kecamatan Tanah merah Inhil, Apresiasi Polsek Tanah merah gerak cepat penangkapan pelaku dugaan pencabulan

Dugaan Guru MAN 2 Kuala Enok Masuk Rumah tanpa izin Saat Cari Siswa, Haryati akan tempuh jalur hukum atas Keberatan Bagian Dalam Rumah Direkam