NANDA INDIRA SATUKAN LANGKAH LINTAS SEKTOR, PESAWARAN PERKUAT KOMITMEN WUJUDKAN KABUPATEN LAYAK ANAK
PESAWARAN,- Indinvestigasi.co.id - Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus memperkuat komitmen mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui sinergi lintas sektor. Upaya tersebut diarahkan bukan sekadar memenuhi indikator administratif, melainkan menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Komitmen tersebut diperkuat melalui Rapat Koordinasi Pembentukan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Kabupaten Pesawaran Tahun 2026–2030 sekaligus Penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Pesawaran, di Aula Pemkab Pesawaran, Selasa (15/09/2026).
Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Kabupaten Layak Anak membutuhkan keterlibatan seluruh elemen. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga kemasyarakatan, media, hingga keluarga harus mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Menurut Nanda Indira, perlindungan terhadap anak dan perempuan harus dibangun melalui kerja bersama yang berkelanjutan. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai kebijakan dan program tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling memperkuat dalam pelaksanaannya.
“Saya berharap rapat koordinasi ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk mewujudkan Pesawaran sebagai Kabupaten Layak Anak. Namun, kegiatan kita hari ini tidak boleh berhenti pada seremonial rakor dan penandatanganan di atas kertas saja,” tegas Bupati Nanda.
Ia mendorong seluruh pihak untuk menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam langkah nyata, terutama dalam mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Upaya tersebut dinilai membutuhkan kepedulian bersama serta respons yang cepat dari seluruh unsur terkait.
“Semua pihak harus bergerak bersama, berusaha keras, dan bahu-membahu untuk menjadikan Pesawaran sebagai kabupaten yang benar-benar ramah anak, sekaligus menekan semaksimal mungkin angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.
Bagi Nanda Indira, pembangunan lingkungan yang ramah anak tidak semata-mata dimulai dari kebijakan pemerintah. Pondasi paling awal justru berada di lingkungan keluarga, tempat anak pertama kali memperoleh kasih sayang, perhatian, perlindungan, pendidikan, dan rasa aman.
Karena itu, ia mengajak seluruh keluarga di Kabupaten Pesawaran menjadikan rumah sebagai ruang yang nyaman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Anak juga perlu diberikan kesempatan menyampaikan persoalan yang dihadapi sehingga keluarga dapat menjadi tempat pertama dalam memberikan perlindungan.
“Esensi mendasar dari sebuah Kabupaten Layak Anak sebenarnya dimulai dari rumah kita masing-masing. Kita harus memastikan setiap rumah tangga di Kabupaten Pesawaran menjadi medium persemaian kasih sayang. Dari keluargalah kita perkuat pondasi ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Pesawaran Nur Asikin menyampaikan bahwa rakor tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen dan kerja sama lintas sektor dalam Gugus Tugas KLA. Kegiatan juga diarahkan untuk mengevaluasi capaian indikator KLA Tahun 2026 serta mempersiapkan peninjauan ulang verifikasi administrasi pada 5–6 Oktober 2026.
Rakor diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas unsur Gugus Tugas KLA lintas sektor, perangkat daerah terkait, media, lembaga kemasyarakatan, dunia usaha, dan Forum Anak. Kegiatan turut menghadirkan Riyandica Novita Eka Putri dan Nella Mertha Diyani dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung untuk menyampaikan materi evaluasi KLA, serta dihadiri Forkopimda, instansi vertikal, DWP, pejabat struktural Pemkab Pesawaran, dan seluruh unsur pendukung Kabupaten Layak Anak.
( Nasoba)

Komentar
Posting Komentar