Bupati Inhil Tinjau Jalan Suhada II, Anggaran Rp7 Miliar Lebih dan Disiapkan Jadi Jalur Alternatif Parit 6
TEMBILAHAN HULU — Minggu 13/09/2026_ indinvestigasi.co.id_ Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman meninjau langsung pengerjaan Jalan Suhada II, Kecamatan Tembilahan Hulu, Minggu (13/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan dikerjakan dengan baik.
Dalam peninjauan itu, pengerjaan Jalan Suhada II diketahui telah memasuki tahap pengerasan. Bupati Herman didampingi Kepala Dinas PUTR, Kepala Dinas Pertanian serta Kabag Prokopim Kabupaten Inhil.
Herman menjelaskan, Jalan Suhada II merupakan ruas yang sebelumnya telah dikerjakan oleh TNI dan kemudian dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.
"Jalan ini merupakan jalan yang dulunya dikerjakan TNI, kita pemerintah meneruskan, Panjang jalan yang dikerjakan ini ada 1 kilo 64 meter dengan anggaran 7 miliar lebih. Kualifikasinya berkualitas Best A, dengan kapasitas A 350," ujar Herman saat diwawancarai Wartawan IND INVESTIGASI.
Ia berharap proses pengerjaan dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan. Bahkan, Herman meminta agar pekerjaan dapat selesai lebih cepat dari target dengan tetap mengutamakan kualitas.
"Kita harapkan segera cepat selesai sesuai waktunya, kalau bisa lebih cepat dari target dan dikerjakan secara profesional," tegasnya.
Disiapkan sebagai Jalur Alternatif
Herman juga mengungkapkan bahwa pembangunan Jalan Suhada II tidak berhenti pada pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini, Pemerintah daerah memiliki rencana untuk melanjutkan pembangunan hingga terhubung dengan akses menuju Tembilahan Hulu.
Menurut Herman, keberadaan jalan tersebut memiliki nilai strategis karena dapat menjadi salah satu jalur alternatif apabila terjadi gangguan pada Jalan Nasional Parit 6.
"Rencana kita jalan ini, kita akan terus lanjutkan menyambung ke Jalan Tembilahan Hulu, karena ini merupakan jalan provinsi, dan merupakan antisipasi Jalan Nasional Parit 6 itu yang juga sangat mengkhawatirkan," jelasnya.
Meski berharap tidak terjadi longsor atau gangguan lainnya di Jalan Nasional Parit 6, pemerintah menurut Herman tetap perlu melakukan langkah antisipasi.
"Semoga saja tidak terjadi longsor, Tapi sebagai pemerintahan, kita telah mengantisipasi jika terjadi kendala jalan yang tidak mungkin dilalui, maka Jalan Suhada ini kita harapkan menjadi alternatif yang telah kita sediakan untuk dilalui," ungkap Herman.
Ke depan, Jalan Suhada II juga diharapkan dapat terhubung dengan akses jalan lainnya, termasuk Jalan Pramuka, Dengan konektivitas tersebut, ruas jalan ini diharapkan mampu memberikan pilihan akses yang lebih baik bagi masyarakat.
Warga Sambut Baik Pembangunan Jalan
Terlaksananya pekerjaan Jalan Suhada II mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir karena pembangunan jalan tersebut akhirnya dapat terlaksana.
Bagi warga, Jalan Suhada II bukan sekadar akses penghubung, tetapi merupakan jalan yang dinilai sangat penting bagi aktivitas dan mobilitas masyarakat, khususnya warga Sungai Raya, Junjangan dan Desa Sungai Rawa.
Warga berharap pembangunan tersebut dapat dikerjakan secara maksimal dan diselesaikan dengan kualitas yang baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Masyarakat juga berharap rencana pemerintah untuk melanjutkan pembangunan dan menghubungkan Jalan Suhada II dengan sejumlah akses lainnya dapat terealisasi. Jika jaringan jalan tersebut semakin terhubung, warga menilai akses transportasi dan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut akan semakin terbantu.
Pembangunan Jalan Suhada II pun diharapkan bukan hanya menjadi penyelesaian terhadap kebutuhan infrastruktur saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Inhil dalam membangun konektivitas wilayah sekaligus menyiapkan jalur alternatif bagi masyarakat apabila terjadi kendala pada akses utama.
(Djack Djamrie/IND)
Komentar
Posting Komentar