Hampir Dua Pekan Susu Hilang dari Menu MBG di SPPG Banjaran, Wali Murid Pertanyakan Transparansi Pengelola


Pesawaran, Lampung - Indinvestigasi.co.id -3 Agustus 2026 – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah pelayanan SPPG Banjaran, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, menjadi sorotan. Pasalnya, susu yang selama ini menjadi bagian dari menu MBG disebut tidak lagi diterima para siswa selama hampir dua pekan.


Kondisi tersebut memicu pertanyaan dari sejumlah wali murid. Mereka mengaku tidak pernah menerima penjelasan resmi mengenai alasan dihentikannya distribusi susu, sehingga menimbulkan keresahan dan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.


"Sudah hampir dua minggu anak kami tidak menerima susu. Kalau memang ada kendala, sampaikan secara terbuka. Jangan sampai masyarakat dibiarkan bertanya-tanya," ujar seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.


Menurut para orang tua, susu bukan sekadar pelengkap menu, melainkan salah satu komponen penting dalam pemenuhan gizi anak. Karena itu, hilangnya susu dari menu MBG dinilai tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele.


Mereka mempertanyakan apakah penghentian distribusi tersebut disebabkan kendala pasokan, persoalan administrasi, masalah teknis, atau faktor lainnya. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang dapat menjawab berbagai pertanyaan tersebut.


Di tengah belum adanya klarifikasi dari pihak penyelenggara, muncul berbagai dugaan di kalangan masyarakat. Sebagian wali murid bahkan menduga penghentian distribusi susu berkaitan dengan upaya menekan biaya operasional. Namun, dugaan tersebut merupakan pendapat narasumber dan hingga saat ini belum didukung bukti yang dapat diverifikasi.


Sorotan masyarakat juga mengacu pada ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Standar, Penyediaan, dan Distribusi Susu dalam Program Makan Bergizi Gratis. Pedoman tersebut mengatur standar mutu, mekanisme penyediaan, hingga distribusi susu apabila susu menjadi bagian dari menu MBG.


Apabila menu MBG di SPPG Banjaran memang telah ditetapkan mencantumkan susu sebagai bagian dari paket makanan, masyarakat berharap pendistribusiannya dilakukan secara konsisten. Jika terdapat kendala, mereka meminta pengelola menyampaikan informasi secara terbuka disertai alasan yang jelas serta langkah penyelesaiannya agar tidak memunculkan spekulasi.


Program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Karena itu, transparansi pelaksanaan dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap keberlangsungan program tersebut.


Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Banjaran belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para wali murid mengenai tidak lagi didistribusikannya susu dalam menu MBG. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak terkait.


Apabila SPPG Banjaran maupun instansi berwenang memberikan klarifikasi, penjelasan tersebut akan dimuat sebagai pembaruan berita sesuai prinsip jurnalisme yang berimbang.


(Tim/Redaksi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HASIL RESMI LAB WAY RATAI: MERKURI DI BAWAH BAKU MUTU, DO TEPAT DI AMBANG BATAS

Masyarakat kuala enok kecamatan Tanah merah Inhil, Apresiasi Polsek Tanah merah gerak cepat penangkapan pelaku dugaan pencabulan

Dugaan Guru MAN 2 Kuala Enok Masuk Rumah tanpa izin Saat Cari Siswa, Haryati akan tempuh jalur hukum atas Keberatan Bagian Dalam Rumah Direkam