72 Hotspot Kepung 8 Kecamatan, Wabup Inhil Yuliantini Turun ke Lokasi Karhutla Sungai Beringin Tembilahan: “Kami Butuh Bantuan BPBD Provinsi dan Kemenkes RI”
Tembilahan, Inhil, Riau, 28 Agustus 2026, — indinvestigasi.co.id - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, saat ini terdapat 72 titik hotspot yang tersebar di 8 kecamatan.
Wakil Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini, S.Sos., M.Si., turun langsung meninjau lokasi karhutla di Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, didampingi Camat Tembilahan, BPBD Inhil, TNI, Polri, Damkar, serta masyarakat yang turut membantu proses pemadaman.
Wakil Bupati Yuliantini mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah bersama tim gabungan untuk menangani karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.
“Segala upaya telah dilakukan tim. Dari laporan yang ada, tim kabupaten telah berpencar di delapan kecamatan, terdiri dari BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, TNI, Polri, Damkar dan dibantu masyarakat,” ujar Yuliantini saat wawancara di lokasi karhutla Sungai Beringin.
Gambut Jadi Tantangan, Api Bisa Padam di Atas tapi Menyala di Bawah
Menurut Yuliantini, kondisi geografis Kabupaten Indragiri Hilir menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Luasnya wilayah perkebunan dan hutan, ditambah karakteristik tanah gambut, membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus.
“Kalau tanah gambut, di atasnya memang padam, namun di permukaannya masih menyala. Sehingga sulit untuk dipadamkan,” jelasnya.
Untuk memperkuat upaya pemadaman di Sungai Beringin, saat ini sedang dibuat dua embung yang nantinya akan difungsikan sebagai sumber air dalam upaya pemadaman kebakaran.
Pemkab Inhil Minta Dukungan BPBD Provinsi Riau
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga berharap adanya dukungan dari BPBD Provinsi Riau, terutama dalam bentuk peralatan pemadaman yang mudah dibawa masuk ke lokasi kebakaran.
Hal tersebut dinilai penting mengingat wilayah Inhil cukup luas. Kabupaten Indragiri Hilir terdiri dari 197 desa dan 37 kelurahan, dengan wilayahnya memiliki struktur tanah gambut.
“Kami butuh peralatan yang mudah dibawa masuk ke lokasi kebakaran. Untuk yang digunakan saat ini, peralatan kita di Kabupaten Indragiri Hilir hanyalah peralatan sederhana. Ini penting bagi kami dalam penanganan karhutla,” tegas Yuliantini.
Kebakaran Rata-rata Terjadi di Lahan Masyarakat
Yuliantini juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, kebakaran yang terjadi saat ini rata-rata berada di lahan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.
“Mari bersama-sama kita menjaga lingkungan, karena dampak kebakaran ini udaranya tidak sehat lagi. Lingkungan juga berpengaruh, serta ekonomi juga akan berdampak buruk, hingga mengganggu kesehatan masa depan anak-anak Inhil,” pesannya.
Menurutnya, karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Asap yang ditimbulkan juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan mengganggu aktivitas perekonomian.
Dinkes Siaga di Lokasi, Masker dan Oksigen Disiapkan
Mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir juga telah bersiaga di lokasi karhutla Sungai Beringin.
Petugas kesehatan memberikan pelayanan kepada masyarakat, membagikan masker serta menyediakan oksigen sebagai langkah antisipasi terhadap dampak asap kebakaran.
Pemkab Inhil juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.
Yuliantini mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan Kementerian Kesehatan RI, bagian Pusat Krisis Kesehatan Masyarakat.
“Alhamdulillah, Insha Allah masyarakat kita akan dibantu oleh Kemenkes RI dalam bidang obat-obatan, oksigen, masker dan jenis yang dibutuhkan lainnya untuk kesehatan,” ungkapnya.
Pemkab Inhil Akan Gelar Salat Istisqa
Selain berbagai upaya teknis di lapangan, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga akan melakukan ikhtiar secara keagamaan.
Dalam waktu dekat, pemerintah berencana menggelar salat istisqa sebagai bentuk doa dan ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan.
Penanganan Karhutla Butuh Gerak Cepat
Dengan 72 titik hotspot yang dilaporkan tersebar di 8 kecamatan, penanganan karhutla di Kabupaten Indragiri Hilir membutuhkan sinergi seluruh pihak.
BPBD, TNI, Polri, Damkar, tenaga kesehatan dan masyarakat harus terus bergerak bersama, terutama dalam melakukan pemadaman, pencegahan, pemantauan serta perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak asap.
Kondisi tanah gambut juga membutuhkan perhatian khusus karena api dapat tetap bertahan di bawah permukaan meskipun secara kasat mata terlihat telah padam.
Kita berharap dukungan peralatan dan sumber daya untuk penanganan karhutla dapat terus diperkuat, baik dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi, sehingga setiap titik kebakaran dapat ditangani secara cepat dan efektif.
Sebab, karhutla bukan hanya persoalan api, tetapi menyangkut kualitas udara, kesehatan masyarakat, lingkungan, perekonomian, dan masa depan generasi Kabupaten Indragiri Hilir.
(Djack Djamrie)
Komentar
Posting Komentar