Murid SMK Diduga Sering Datang ke Rumah Guru, Pihak Keluarga Minta Klarifikasi
SERANG - Indinvestigasi.co.id - Seorang murid kelas XII TKJ SMK Insan Mulya, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, berinisial K menjadi perhatian setelah diduga berulang kali datang ke rumah guru kelasnya berinisial LM, http://S.Pd.
Narasumber, *Haris Pratama Teguh, S.H.I., M.H.P.S., C.M.K* menjelaskan, kunjungan tersebut awalnya dengan alasan mencetak laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Menurut Haris, guru yang bersangkutan sebelumnya telah menyampaikan kepada suaminya bahwa ada murid yang kesulitan mencari tempat percetakan dan ingin menumpang mencetak laporan PKL di rumah.
"Pada awalnya kami tidak mempermasalahkan. Kami menganggap itu bentuk bantuan kepada peserta didik," ujar Haris.
Namun menurut Haris, kenyataan di lapangan berbeda. Murid tersebut disebut datang seorang diri ke rumah guru berkali-kali dalam kurun waktu sekitar dua bulan.
"Frekuensi kunjungan itu menimbulkan pertanyaan. Kegiatan mencetak laporan PKL umumnya bisa selesai cepat dan biasanya dilakukan bersama teman sekelompok," kata Haris.
Merasa perlu diklarifikasi, pihak keluarga kemudian meminta sekolah memfasilitasi pertemuan. Klarifikasi dilakukan di hadapan perwakilan manajemen dan wakil kepala sekolah.
Dalam proses klarifikasi tersebut, menurut Haris, murid berinisial K mengakui pernah menawarkan diri membantu pekerjaan administrasi gurunya yang belum selesai. Pengakuan itu kemudian dituangkan dalam surat pernyataan di atas materai yang diketahui wali kelas, wakil kepala sekolah, dan kepala sekolah.
Dalam surat pernyataan tersebut, murid juga menyampaikan penyesalan dan mengakui bahwa sikapnya telah melampaui batas hubungan yang semestinya antara murid dan guru, serta menimbulkan dampak terhadap ketenangan rumah tangga guru. Murid juga menyampaikan permohonan maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Haris menyatakan tidak ingin mengambil kesimpulan mengenai motif kunjungan tersebut dan menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada pihak berwenang apabila diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah terkait dugaan pelanggaran pidana dalam peristiwa ini.
Kasus ini menjadi perhatian karena dinilai mengingatkan pentingnya menjaga batas profesional antara pendidik dan peserta didik, serta pentingnya komunikasi terbuka di lingkungan keluarga dan sekolah.
Red: M Sutisna
KABIRO : Pandeglang Banten Asep Kurniawan indinvestigasi co.id

Komentar
Posting Komentar