Bangunan Tak Lagi Aman, SMPN 7 Tanjung Pasir, Tanah Merah Harapkan Penanganan Cepat dari Pemerintah
Tanah Merah – 31/07/2026- Indinvestigasi.co.id- Di tengah semangat pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional, kondisi yang dialami SMP Negeri 7 Kecamatan Tanah Merah justru menyajikan potret yang memprihatinkan. Bangunan sekolah yang menjadi tempat menimba ilmu bagi puluhan siswa kini berada dalam kondisi yang dinilai tidak lagi layak dan berpotensi membahayakan keselamatan warga sekolah.
Berdasarkan hasil peninjauan dan wawancara langsung tim media bersama pihak sekolah, terungkap bahwa berbagai persoalan mendasar hingga kini belum mendapat penanganan yang memadai. Mulai dari bangunan yang rusak, keterbatasan listrik, hingga minimnya pasokan air bersih menjadi hambatan nyata dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar.
Kepala SMPN 7 Kecamatan Tanah Merah, Ana Rosnawati, mengungkapkan bahwa kondisi ruang kelas semakin mengkhawatirkan, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang melanda.
Demi menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan siswa, pihak sekolah terpaksa menghentikan kegiatan belajar di ruang kelas dan memindahkan seluruh peserta didik ke ruang yang mereka anggap ruang serbaguna
"Apabila hujan dan angin kencang datang, siswa harus dipindahkan ke ruang serbaguna agar kegiatan belajar tetap berjalan. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan tentu sangat mengganggu proses pendidikan," ungkap Ana Rosnawati.
Situasi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa proses pendidikan di sekolah ini berlangsung dalam keterbatasan, Di saat sekolah lain berupaya meningkatkan mutu pembelajaran, SMPN 7 justru harus berjuang memastikan peserta didiknya tetap aman saat mengikuti pelajaran.
Persoalan tidak berhenti pada kondisi bangunan. Keterbatasan pasokan listrik juga menjadi hambatan serius. Hingga saat ini, aliran listrik dari PLN hanya tersedia pada malam hari, sekitar pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB, Akibatnya, berbagai aktivitas belajar yang membutuhkan listrik pada siang hari tidak dapat berjalan secara maksimal.
Di sisi lain, kebutuhan air bersih pun masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Sekolah mengalami kesulitan memperoleh pasokan air yang memadai untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga sekolah, mulai dari kebutuhan sanitasi hingga kebersihan lingkungan.
Saat ini SMPN 7 Kecamatan Tanah Merah memiliki 76 orang siswa yang sebenernya hidup dalam kondisi layak penerima Dana PIP, namun hanya 11 orang siswa yang tercatat sebagai penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) ini, Mereka memiliki hak yang sama untuk memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak sebagaimana dijamin dalam semangat pemerataan pendidikan.
Melihat kondisi tersebut, Kepala Sekolah berharap pemerintah dan instansi terkait tidak lagi menunda perhatian terhadap sekolah yang dipimpinnya. Perbaikan bangunan, penyediaan listrik yang memadai, serta pemenuhan kebutuhan air bersih dinilai sebagai kebutuhan yang sangat mendesak demi menjamin keselamatan sekaligus kelangsungan proses pendidikan.
"Kami berharap sekolah kami mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah secepatnya, bapak lihat saja sendiri kondisi kami ini pak" ujar Ana Rosnawati kepada tim media IND INVESTIGASI yang berkunjung
Di akhir dialog bersama tim media, Kepala Sekolah yang didampingi Bendahara BOS dan Sekolah Bidang Kesiswaan menyampaikan harapan agar suara mereka tidak berhenti sebagai keluhan semata, melainkan menjadi panggilan bagi seluruh pemangku kebijakan untuk segera bertindak, melakukan rehab atau memberikan bangunan baru untuk SMPN 7 desa Tanjung pasir, kecamatan Tanah merah ini.
"Semoga media bisa menyuarakan keluhan kami ini," tutupnya dengan mata yang berkaca-kaca jelas terlihat saat diwawancarai
Temuan ini merupakan hasil wawancara langsung dengan pihak sekolah dan peninjauan lokasi oleh tim media. Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari instansi pemerintah yang berwenang mengenai rencana penanganan kondisi SMPN 7 Kecamatan Tanah Merah.
Oleh karena itu, tim media mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk segera melakukan verifikasi lapangan secara menyeluruh terhadap kondisi bangunan, sistem kelistrikan, dan ketersediaan air bersih di sekolah tersebut.
Pendidikan tidak hanya berbicara tentang kurikulum dan prestasi. Keselamatan peserta didik adalah syarat utama sebelum proses belajar dimulai. Tidak seharusnya anak-anak harus meninggalkan ruang kelas setiap kali hujan turun karena khawatir terhadap keselamatan mereka.
Media akan terus mengikuti perkembangan persoalan ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, sekaligus membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang berkepentingan agar pemberitaan tetap berimbang, akurat, dan berpihak pada kepentingan publik
(Djack Djamrie/ Tim)
Komentar
Posting Komentar