Bunda PAUD Inhil Tekankan Karakter, Cegah Bullying dan Dukung Pendidikan Inklusif Saat MPLS
TEMBILAHAN - Indinvestigasi.co.id - Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Katerina Susanti Herman, menyampaikan sejumlah pesan penting saat menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 019 Kelurahan Sungai Beringin, Jalan Tanjung Harapan, Senin (6/7) pagi.
Dalam sambutannya, Katerina menjelaskan bahwa MPLS merupakan momentum penting bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga tercipta pengalaman belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
"Selain mengenal guru, aturan dan lingkungan sekolah, MPLS menjadi ruang belajar pertama bagi anak untuk membangun karakter yang disiplin dan bertanggung jawab," ujarnya.
Menurut Katerina, pembentukan karakter tersebut sejatinya telah dimulai sejak pendidikan anak usia dini (PAUD), sejalan dengan program wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan pra sekolah. Dengan bekal tersebut, anak-anak diharapkan lebih siap memasuki jenjang sekolah dasar.
Pada kesempatan itu, Bunda PAUD Inhil juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Ia mengingatkan seluruh pihak sekolah agar berkomitmen mencegah segala bentuk perundungan atau bullying.
"Jangan ada ruang untuk perundungan atau bullying. Sekolah harus menjadi tempat yang memberikan keamanan dan perlindungan agar anak-anak kita bisa belajar, bermain, berprestasi, dan tumbuh dengan optimal," tegasnya.
Selain itu, Katerina yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Inhil mengajak seluruh satuan pendidikan untuk menerapkan pendidikan inklusif. Menurutnya, setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan tanpa diskriminasi.
Ia berharap seluruh sekolah dapat menyediakan fasilitas serta dukungan yang memadai bagi seluruh peserta didik, sehingga setiap anak merasa diterima, percaya diri, dan mampu mengembangkan potensi terbaiknya.
Melalui pesan-pesan tersebut, Katerina berharap MPLS tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi awal terbentuknya budaya sekolah yang ramah anak, bebas dari perundungan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai inklusif.***


Komentar
Posting Komentar