ABRASI SUNGAI ENOK TAK TERBENDUNG, ENAM BANGUNAN RUSAK BERAT DALAM LONGSOR SUSULAN

KUALA ENOK,– 19 Juni 2026- Indinvestigasi.co.id- Abrasi yang terus menggerus bantaran Sungai Enok kembali memicu longsor susulan di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir.

 Peristiwa yang terjadi pada Kamis (18/06/2026) sekitar pukul 12.25 WIB itu mengakibatkan sedikitnya enam bangunan milik warga mengalami kerusakan berat dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp500 juta.

 Berdasarkan laporan Kapolsek Tanah Merah, AKP Beny Adil Saputra, longsor terjadi di kawasan Jalan Merdeka RT 001 RW 001, Kelurahan Kuala Enok, tepat di sepanjang bantaran sungai yang selama ini menjadi titik rawan abrasi.

 Enam bangunan yang terdampak antara lain milik Riko Hardinata (rumah dan toko sembako), Sutiyem (rumah dan warung sayur), Mujiburrahman (rumah dan warung makan), Sunardi (rumah dan warung makan), Suwandi (lapak sayur), serta Khairiah (lapak sayur).

 Diketahui, rumah milik Riko Hardinata sebelumnya telah mengalami kerusakan ringan akibat longsor yang terjadi pada 16 Juni 2026. 

Namun, akibat abrasi susulan yang semakin parah, bangunan tersebut kini mengalami kerusakan berat bersama lima bangunan lainnya.

 Menurut keterangan saksi sekaligus korban, Mujiburrahman, saat kejadian dirinya sedang berada di dalam warung makan miliknya. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah tepi sungai.

"Saya langsung keluar dan melihat rumah Pak Riko mulai bergerak ke arah sungai. Saya berteriak memberitahukan warga bahwa terjadi longsor, kemudian masyarakat bersama-sama membantu menyelamatkan barang-barang milik korban," ujarnya.

 Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan karena sebagian bangunan berada tepat di tepi sungai yang terus mengalami pengikisan tanah akibat abrasi.

 Dugaan sementara, longsor dipicu oleh derasnya abrasi yang telah berlangsung dalam waktu cukup lama. Kondisi air sungai yang sedang surut saat kejadian diduga mempercepat runtuhnya tanah penyangga bangunan warga.

 Saat ini Pemerintah Kecamatan Tanah Merah, Polsek Tanah Merah, Koramil 02 Tanah Merah, bersama masyarakat setempat masih melakukan pendataan korban serta mengevakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan. 

 Sementara warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun warga sekitar.

Kapolsek Tanah Merah AKP Beny Adil Saputra menyebutkan bahwa aparat gabungan telah melakukan sejumlah langkah penanganan darurat, di antaranya membantu evakuasi barang milik korban, memasang garis polisi di area rawan longsor, mendata korban dan saksi, serta mendirikan posko bantuan.

 Peristiwa ini kembali menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret dalam penanganan abrasi di Kuala Enok.

 Warga berharap adanya pembangunan turap atau pengaman tebing sungai guna mencegah longsor susulan yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Enok.

 Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih diliputi kekhawatiran karena abrasi terus terjadi dan dikhawatirkan akan mengancam bangunan lain yang berada di sekitar lokasi longsor

(Djack Djamrie/ Tim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masyarakat kuala enok kecamatan Tanah merah Inhil, Apresiasi Polsek Tanah merah gerak cepat penangkapan pelaku dugaan pencabulan

KETUA MUI KECAMATAN TANAH MERAH PRIHATIN, DUKUNG PENEGAKAN HUKUM TUNTAS DAN BERHARAP HOTEL DITUTUP

TAMENG ADAT LAMR INHIL SIAP DAMPINGI KORBAN, DESAK APARAT TUNTASKAN DUGAAN PENCABULAN ANAK BAWAH UMUR DI KUALA ENOK