Kuyank Gentayangan di Gedung Engku Kelana, Di Duga Sewa Gedung dan Pajak Hiburan Belum dibayar

 Kuyank Gentayangan di Gedung Engku Kelana, Di Duga Sewa Gedung dan Pajak Hiburan Belum dibayar 



Tembilahan, 16 Mei 2026 – Indinvestigasi.co.id-Gedung Engku Kelana tiba-tiba jadi “bioskop dadakan” untuk pemutaran film horor nasional Kuyank. Ratusan penonton antusias, tiket terjual, camilan laris… tapi publik justru penasaran: ke mana larinya uang sewa dan pajak hiburannya?


Penyelenggara/ Ketua Komunitas Tembilahan Film Festival (TFF), inisial “S”, menyatakan gedung sudah disewa resmi bahkan Bupati Herman hadir memberi apresiasi, Film viral di Kalimantan, bahasa Banjar-nya nyambung dengan Tembilahan, jadi dipilih agar masyarakat makin cinta perfilman.


Menjawab pertanyaan wartawan tentang alasan kenapa memilih Gedung Engku Kelana?, “S” mengatakan, "Kami memilih tempat ini karena dianggap layak untuk pelaksanaan acara atau dijadikan Bioskop yang dilengkapi 200 kursi penonton, Suasana yang sejuk dan fasilitas yang memadai membuat kami yakin bahwa Gedung Engku Kelana adalah pilihan yang tepat.”


 Penyelenggara juga mengatakan film ini ditayang hingga 5 kali Pemutaran dalam sehari semalam, dan penonton sangat membludak, menurut pengakuan salah seorang penonton yang sempat harus rela antre untuk ke pemutaran berikut nya.


Tim Indinvestigasi.co.id sudah dua kali mencoba konfirmasi ke Kepala Badan Kantor BKAD Tembilahan mengenai besaran sewa gedung, tapi belum mendapat jawaban. Hingga hari ini, publik masih belum tahu jumlah resmi pajak dan sewa dari instansi terkait, sehingga muncul dugaan ketidakjelasan pengelolaan keuangan daerah.


Update terbaru, 18 Mei 2026, konfirmasi ke BAPENDA menyatakan Pajak Hiburan sudah dipastikan: Bapenda akan menerima 10% dari hasil penyelenggara, dan baru diberikan uang muka. “Kita tunggu saja hasilnya, penyelenggara masih dalam tahap penghitungan,” kata Ibu Husna.


Tak hanya itu, seorang warga menyelipkan komentar jenaka namun kritis: “Jangan-jangan Kuyank masih gentayangan di sekitar Gedung Engku Kelana karena urusannya di dunia belum selesai.” Sindiran ini pun menjadi simbol pertanyaan publik: apakah gedung cuma “bioskop horor” atau juga “bioskop misteri keuangan”?


Wartawan akan terus mengejar kejelasan:


Apakah prosedur sewa sudah sesuai aturan?


Apakah tarif sewa sesuai Perda?


Bagaimana mekanisme pengawasan kegiatan serupa ke depan?


Sudahkah Pajak Hiburan disetorkan penuh ke kas daerah?


(Djack Djamrie/Tim Indinvestigasi.co.id)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepala DPMPTSP Tabrak 6 Siswa SDN 5, 2 Pedagang dan sales,1 Siswa Meninggal Duni,Korban Lainnya Luka Parah

48 Pejabat Pemkab Resmi Dilantik Bupati Inhil, Ini Daftar Namanya

BBM Langka di Pulau Burung, Harga Pertalite Botolan Melonjak hingga Rp25 Ribu, Warga Minta Pemerintah Bertindak