Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Kunjungi Sekolah Maitreya Wira Dumai

 


DUMAI - Indinvestigasi.co.id - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Maitreya Wira Dumai, yang berada di bawah naungan Yayasan Prajna Mitra Maitreya Cabang Dumai, pada Jumat (5/6/2026).

Kedatangan Wamendikdasmen RI beserta rombongan disambut hangat oleh Pembina Yayasan, Alex Candra, Ketua Yayasan Prajna Mitra Maitreya Dumai, B. Alwi Saputra, S.IP., M.Pd., para kepala sekolah, guru, serta ratusan siswa-siswi Sekolah Maitreya Wira.


Dalam kunjungan tersebut, Fajar Riza Ul Haq mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI untuk melihat secara langsung perkembangan dunia pendidikan di Kota Dumai. Setibanya di Dumai, rombongan langsung menuju Sekolah Maitreya Wira yang berlokasi di Jalan Inpres No. 88, Kecamatan Dumai Barat.

Sekitar 500 siswa memenuhi aula sekolah untuk mengikuti kegiatan tersebut. Suasana berlangsung meriah, penuh keakraban, namun tetap tertib. Turut hadir dalam acara itu Wali Kota Dumai H. Paisal, SKM., MARS, Sekretaris Daerah Kota Dumai, Ketua DPRD Kota Dumai, Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, unsur kepolisian, serta jajaran pengurus Yayasan Prajna Mitra Maitreya Cabang Dumai.

Dalam sambutannya, Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa sekolah merupakan tempat berlangsungnya proses pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada pembentukan karakter serta kompetensi peserta didik.

“Guru adalah arsitek peradaban. Jangan hanya menjadi operator pembelajaran, tetapi harus mampu menjadi pembimbing yang membangun karakter dan masa depan generasi bangsa,” ujarnya.

Ia berharap seluruh satuan pendidikan terus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan agar mampu melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Wamendikdasmen juga menekankan pentingnya penguatan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa utama dalam proses pendidikan. Namun demikian, ia mengakui bahwa penguasaan bahasa asing tetap diperlukan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin global.

“Saat ini banyak sekolah yang telah mengembangkan pembelajaran bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Prancis. Hal ini penting untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi persaingan global tanpa meninggalkan jati diri bangsa melalui Bahasa Indonesia,” katanya.

Menurutnya, pemerintah berharap dunia pendidikan di Indonesia mampu mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, sehingga lulusan sekolah memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Saat diwawancarai wartawan, Fajar Riza Ul Haq menjelaskan bahwa agenda kunjungannya di Dumai tidak hanya mengunjungi Sekolah Maitreya Wira, tetapi juga akan dilanjutkan dengan pertemuan bersama para guru dan pemangku kepentingan pendidikan di Kota Dumai guna membahas berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan.

(Ikhsan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DUGAAN PENGGELAPAN PAJAK TIKET HIBURAN DALAM PEMUTARAN FILM KUYANK DI TEMBILAHAN MENCUAT, PEMDA DAN APH DIMINTA TIDAK TUTUP MATA

Kepala DPMPTSP Tabrak 6 Siswa SDN 5, 2 Pedagang dan sales,1 Siswa Meninggal Duni,Korban Lainnya Luka Parah

48 Pejabat Pemkab Resmi Dilantik Bupati Inhil, Ini Daftar Namanya