-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Festival AKSES Ajang Kreativitas Siswa SLTP Negri 11 Kota Sukabumi Tahun 2026 Berjalan Dengan Lancar

Rabu, 13 Mei 2026 | Mei 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-13T12:51:57Z

Kota Sukabumi - Indinvestigasi.co.id - Semarak AKSES 2026 SMPN 11, Wadah Kreativitas Siswa dan Penguatan Karakter Generasi Muda,
Suasana penuh semangat, kreativitas, dan nuansa budaya mewarnai pelaksanaan kegiatan tahunan bertajuk AKSES (Ajang Kreativitas Seni Siswa) 2026 yang digelar ,Lapang SMP Negri 11,Kota Sukabumi ,Rabu (13/05/2026).

Kegiatan ini Selama tiga hari pelaksanaannya, kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi bagi para siswa-Siswi untuk menampilkan Minat bakat, serta potensi terbaik mereka di bidang seni, budaya, literasi, hingga keterampilan panggung.
Kegiatan AKSES tahun ini,"Ujar Panitia Pelaksana Ima Yunita.

" Lanjut Ima Yunita,Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan unjuk kemampuan siswa, saja, Akan tetapi untuk menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan rasa percaya diri, serta penggalian potensi Non akademik yang selama ini belum sepenuhnya terlihat di lingkungan sekolah.

Ketua Pelaksana kegiatan, Ima Yunita, menjelaskan bahwa AKSES merupakan agenda rutin di SMP Negri 11 ini,  yang setiap tahunnya terus dikembangkan agar mampu menjadi wadah positif bagi siswa-siswi dalam menyalurkan kreativitas mereka.

“AKSES ini adalah kegiatan tahunan SMP Negri 11 Kota Sukabumi, Kami mencoba mengemas acara sedemikian rupa agar anak-anak bisa bebas berkreasi, berekspresi, dan menyalurkan bakat mereka. Kami ingin semua potensi siswa bisa muncul melalui kegiatan ini,” ujarnya.

Pada hari pertama, kegiatan dibuka dengan berbagai perlombaan antar kelas yang melibatkan siswa kelas 7 dan kelas 8. Beragam cabang lomba digelar, mulai dari desain poster, menulis cerita, mendongeng, tari tradisional, modern dance, pembacaan sajak, hingga solo vokal.
Antusiasme siswa terlihat sejak awal kegiatan dimulai.

Setiap kelas berupaya menampilkan karya dan penampilan terbaik mereka di hadapan guru, teman-teman, dan tamu undangan yang hadir.
Memasuki hari kedua dan ketiga, panggung AKSES semakin semarak dengan berbagai penampilan seni dari ekstrakurikuler sekolah maupun kreasi masing-masing kelas. Siswa kelas 7 tampil membawakan tari nusantara yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia, sedangkan siswa kelas 8 menghadirkan penampilan lebih variatif seperti kabaret, tari modern, hingga pertunjukan musik dan vokal.
Penampilan demi penampilan yang ditampilkan para siswa mendapat apresiasi dari guru maupun orang tua siswa. Banyak siswa menunjukkan kemampuan luar biasa di bidang seni pertunjukan, public speaking, hingga kreativitas visual yang selama ini belum banyak terlihat dalam aktivitas akademik sehari-hari,"Ungkapnya.

 akademik semata.
“Kalau hanya melihat dari akademiknya saja,  anak-anak bisa menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya,” ungkapnya.

"Sementara itu, Kepala Satuan Pendidikan SMP Negri 11, Erlina , mengungkapkan bahwa pelaksanaan AKSES tahun ini menghadapi tantangan tersendiri karena bertepatan dengan tahun pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), sehingga sekolah harus melakukan penyesuaian jadwal kegiatan.

“Kegiatan AKSES tahun ini waktunya memang sangat terbatas karena bertepatan dengan tahun pertama adanya TKA. Jadi kami harus menggeser dan menyesuaikan kembali jadwal kegiatan. Namun alhamdulillah dalam tiga hari ini anak-anak tetap bisa menampilkan kreativitas dan karya terbaik mereka,”Ujar  Erlina.

Meski demikian, pihak sekolah tetap berupaya menjadikan AKSES sebagai kegiatan yang tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga memberikan edukasi dan pembinaan masa depan bagi siswa -siswi, khususnya kelas 9 yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Pada hari kedua kegiatan, sekolah menghadirkan pembekalan mengenai cara memilih sekolah lanjutan sesuai minat dan bakat siswa. Bahkan SMPN 11 turut menghadirkan psikolog untuk memberikan edukasi kepada orang tua tentang cara mendukung cita-cita anak sesuai potensinya.

“Kami memandu anak-anak bagaimana memilih sekolah yang akan mereka masuki setelah lulus nanti. Kami juga mendatangkan psikolog supaya secara keilmuan lebih tepat dalam mengedukasi orang tua tentang bagaimana mendampingi anak-anak mencapai cita-citanya sesuai minat dan bakat
 mereka,” jelas Erlina.

Pada puncak acara, siswa menampilkan berbagai pertunjukan bertema cinta budaya dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa. Menurut Erlina, pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

“Hari ini kami menampilkan bagaimana anak-anak mencintai budaya dan menghargai para pahlawan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” katanya.

Di balik suksesnya pelaksanaan kegiatan, pihak sekolah juga menghadapi sejumlah kendala internal. Beberapa guru diketahui sedang mengalami musibah keluarga maupun kondisi kesehatan sehingga belum dapat terlibat secara maksimal dalam seluruh rangkaian acara.

“Ada beberapa guru kami yang sakit dan ada juga yang sedang berduka karena orang tuanya meninggal dunia. Jadi memang belum semua warga SMP 11 bisa tampil totalitas tahun ini,” ungkapnya.

Ke depan, pihak sekolah berharap AKSES tidak hanya menjadi panggung kreativitas siswa,Akan tetapi menjadi ruang ekspresi bagi para tenaga pendidik. Erlina bahkan berencana melibatkan guru-guru dalam penampilan seni pada kegiatan mendatang.
“Kami ingin nanti bukan hanya anak-anak yang tampil, tetapi guru-gurunya juga bisa berkreasi. Mau menari, paduan suara, atau bentuk seni lainnya silakan. Supaya anak-anak merasa bangga bahwa guru-gurunya juga memiliki dedikasi terhadap seni budaya dan sejarah bangsa,” tambahnya.

Pelaksanaan AKSES 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor dan pelaku usaha lokal. Meski waktu persiapan relatif singkat, sekolah berhasil menggandeng lebih dari sepuluh sponsor untuk mendukung suksesnya kegiatan.
Beberapa pihak yang turut mendukung di antaranya penerbit Erlangga, Delia, penyedia MBG sekolah, serta sejumlah pelaku UMKM dan mitra lainnya.

“Alhamdulillah sponsor cukup banyak. Ada lebih dari sepuluh pihak yang membantu kegiatan ini, termasuk UMKM dan mitra sekolah lainnya,” katanya.

Selain sponsor, dukungan juga datang dari Dinas Pendidikan yang turut menghadiri penutupan kegiatan melalui perwakilan pejabat dinas. Pihak sekolah berharap perhatian pemerintah terhadap pengembangan sekolah dapat terus ditingkatkan, termasuk dalam mendukung sarana dan prasarana pendidikan.
Menurut Erlina, beberapa bagian bangunan sekolah mulai mengalami kerusakan dan membutuhkan perhatian serius, termasuk tembok bangunan bertingkat yang mulai retak.
“Mudah-mudahan ke depannya pemerintah bisa melihat langsung kondisi SMPN 11 sehingga sarana dan prasarana sekolah dapat lebih diperhatikan. Tembok bangunan kami bahkan sudah mulai retak padahal bangunan ini bertingkat,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha, maupun orang tua siswa, dapat terus mendukung kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter positif bagi generasi muda.
“Semoga kegiatan edukasi dan penanaman karakter positif terhadap anak-anak kami bisa terus mendapat dukungan dari semua pihak,” pungkasnya.
Melalui semangat kolaborasi, kreativitas, pelestarian budaya, dan penguatan karakter, AKSES 2026 SMPN 11 menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga ruang tumbuhnya talenta, karakter, dan mimpi generasi muda menuju masa depan yang lebih baik,"Pungkasnya.

Neng Nur
×
Berita Terbaru Update