Pandeglang,- Indinvestigasi.co.id - Kondisi memprihatinkan dialami siswa SDN 3 Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten. Akibat tiga ruang kelas yang rusak parah dan tidak lagi layak digunakan, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan.
Berdasarkan laporan terbaru per 21 April 2026, kerusakan yang terjadi bukan sekadar ringan. Struktur bangunan terlihat rapuh dengan baja penyangga yang berkarat, plafon yang telah ambruk, pintu yang hilang, serta lantai keramik yang hancur. Kondisi ini membuat ruang kelas tidak memungkinkan untuk dipakai.
Dampaknya, para siswa harus berpindah-pindah tempat belajar. Kelas 4 saat ini menggunakan ruang UKS, kelas 5 belajar di perpustakaan, sementara kelas 2 harus berbagi waktu dengan kelas 1 secara bergantian. Situasi ini tentu mengganggu proses belajar mengajar dan menurunkan kenyamanan siswa.
Tidak hanya tiga ruang kelas tersebut, bangunan lain di sekolah juga dilaporkan mengalami kerusakan. Atap bocor saat hujan, dinding mulai retak, dan lantai mengalami kerusakan. Kondisi ini dinilai berbahaya karena berpotensi ambruk sewaktu-waktu.
Kepala Sekolah SDN 3 Cimanggu, Nunung Nurhasanah, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah berulang kali melaporkan kondisi ini kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.
“Sudah dilaporkan, bahkan sejak kejadian ambruk. Tapi jawabannya hanya diminta menunggu,” ujarnya.
Menurut pihak sekolah, kondisi ini sudah berlangsung selama puluhan tahun tanpa adanya perbaikan signifikan. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan demi keselamatan dan kenyamanan siswa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang terkait kondisi tersebut. Sementara itu, para siswa tetap harus menjalani kegiatan belajar dalam situasi yang jauh dari kata aman dan layak.
Asep
Sabtu 25 April 2026