-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

LKDM I DEMA STAI Auliaurrasyidin: Menumbuhkan Kepemimpinan dari Kesadaran hingga Aksi

Selasa, 21 April 2026 | April 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-21T14:21:03Z

Tembilahan, 21 April 2026 — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Auliaurrasyidin Tembilahan melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LKDM) I di Gedung Abdurrahman Siddiq dalam suasana yang tertib dan penuh semangat belajar. Kegiatan ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk memahami kepemimpinan tidak hanya sebagai konsep, tetapi sebagai proses yang perlu dijalani secara berkelanjutan.

Mengangkat tema “Optimalisasi Kepemimpinan Mahasiswa melalui Komunikasi Efektif, Kepemimpinan Dasar, dan Manajemen Konflik serta Negosiasi”, LKDM I diikuti oleh mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan seperti HMPS PAI, HMPS PGMI, HMPS PIAUD, HMPS ESy, Pramuka, hingga Formakip-K, serta mahasiswa umum yang memiliki minat dalam pengembangan diri.

Dua pemateri yang dihadirkan, M. Thahir, S.E., demisioner Ketua DEMA periode 2021–2022, dan Muhammad Suyuti, S.Pd.I., Ketua GP Ansor Indragiri Hilir, menyampaikan materi dengan pendekatan yang aplikatif. Mereka menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan posisi, tetapi juga tanggung jawab dan kemampuan menghadapi realitas.

“Pemimpin bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang bagaimana kita mampu mengambil peran dan menyelesaikan persoalan,” ujar M. Thahir dalam pemaparannya.

Sementara itu, Muhammad Suyuti menegaskan pentingnya kemampuan komunikasi dan pengelolaan konflik dalam kepemimpinan. “Konflik itu tidak bisa dihindari, tetapi harus dikelola. Di situlah kualitas seorang pemimpin diuji,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Syarifudin, S.Pd., M.Pd., yang memberikan saran kepada mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa LKDM tidak boleh dipahami sebagai kegiatan yang berhenti di ruang pelatihan.

“LKDM ini adalah langkah awal. Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa mampu mengimplementasikan apa yang didapat, baik di organisasi, di kelas, maupun di tengah masyarakat,” tuturnya.

Ketua DEMA STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Fandi Ahmad, dalam pernyataannya juga menyoroti potensi besar yang dimiliki mahasiswa. Ia menilai bahwa potensi tersebut perlu didukung dengan pemahaman dan pengalaman yang memadai agar dapat berkembang secara optimal.

“Mahasiswa sebenarnya memiliki potensi kepemimpinan yang besar, tetapi seringkali belum terarah. Melalui kegiatan ini, kami berharap ada perubahan, agar mahasiswa mampu menjadi agent of change dan agent of control,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan sesuatu yang instan, melainkan hasil dari proses belajar yang terus-menerus. “Kepemimpinan itu dibentuk dari pengalaman, dari keberanian mencoba, dan dari kesediaan untuk belajar dari kesalahan,” tambahnya.

Secara keseluruhan, LKDM I tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami peran dan tanggung jawabnya. Nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi berkembang menjadi sikap dan tindakan nyata.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepemimpinan mahasiswa tidak cukup dibangun melalui teori semata, melainkan harus diuji dalam praktik kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, LKDM I dapat dipahami sebagai langkah awal dalam proses panjang pembentukan karakter pemimpin yang matang, adaptif, dan bertanggung jawab.

Dengan semangat yang terbangun, mahasiswa diharapkan mampu melanjutkan proses ini secara mandiri dan berkelanjutan. Sebab pada akhirnya, seperti yang disampaikan dalam forum tersebut, “kepemimpinan bukan hanya dipelajari, tetapi dijalani.”

____
Fandi Ahmad
×
Berita Terbaru Update