Sebagai desa dengan masyarakat multikultural, Bolak Raya menjadikan tradisi ini sebagai agenda tahunan yang selalu dinantikan. Pada momen tersebut, warga dari dalam maupun luar kecamatan datang berbondong-bondong untuk bersilaturahmi, berjabat tangan, dan saling bermaafan, sebagaimana suasana hangat Hari Raya Idulfitri.
Lebaran Puasa Enam juga dimaknai sebagai bagian dari perjalanan spiritual. Kegiatan ini mencakup kunjungan ke tempat-tempat yang memiliki nilai penting dalam sejarah dakwah dan pendidikan Islam, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin merasakan nuansa religius sekaligus kekayaan budaya lokal yang tetap terjaga.
Roslan, salah satu warga Desa Bolak Raya, menuturkan bahwa tradisi ini memiliki nilai sosial yang sangat kuat.
“Tradisi ini untuk mempererat silaturahmi, terutama bagi yang belum sempat saling bermaaf-maafan saat Idulfitri. Ini adalah aset wisata budaya religi yang harus terus dilestarikan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan biasanya diawali dengan pelaksanaan puasa sunah enam hari. Setelah itu, masyarakat berkumpul di masjid untuk melaksanakan khataman Al-Qur’an sebagai bentuk rasa syukur.
Selain menjadi ajang silaturahmi dari rumah ke rumah, tradisi ini juga dimanfaatkan oleh pengunjung untuk mengabadikan momen kebersamaan. Salah satu lokasi yang paling ramai dikunjungi adalah Masjid Baitul Atiq, yang kini menjadi destinasi wisata religi populer di desa tersebut.
Masjid yang berdiri megah di tengah desa ini tidak hanya memberikan ketenangan batin bagi para jamaah, tetapi juga menawarkan keindahan arsitektur yang memikat. Masjid Baitul Atiq memiliki sembilan kubah serta menara setinggi sekitar 18 meter dengan desain yang artistik dan penuh detail.
Pintu masuk masjid dirancang dengan konsep aula yang ditandai oleh lengkungan khas pada gerbang utama. Struktur bangunan dihiasi dengan kubah di berbagai sisi, lengkap dengan tilework, ukiran, mosaik, serta ornamen dekoratif lainnya. Desain ini terinspirasi dari arsitektur Persia pra-Islam, menciptakan suasana interior yang megah sekaligus unik.
Keindahan arsitektur tersebut membuat banyak pengunjung terpukau dan menjadikan masjid sebagai latar favorit untuk berfoto saat perayaan berlangsung. Bahkan, tidak sedikit wisatawan dari luar daerah yang datang khusus untuk menyaksikan kemegahan masjid ini secara langsung.
Ke depan, Pemerintah Desa Bolak Raya berencana melakukan penataan kawasan masjid guna meningkatkan kenyamanan dan daya tarik bagi para wisatawan.
Usai khataman Al-Qur’an, masyarakat melanjutkan tradisi dengan saling mengunjungi rumah-rumah warga secara bergiliran.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa kental, dengan pelaksanaan yang menyesuaikan kemampuan masing-masing keluarga.
Setiap tahunnya, tradisi Lebaran Puasa Enam mampu menarik tamu dari berbagai daerah di Indragiri Hilir. Kehadiran para pengunjung ini semakin memperkuat posisi Desa Bolak Raya sebagai destinasi wisata budaya religi yang kaya makna dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan serta dilestarikan.
Setiap tahunnya, tradisi Lebaran Puasa Enam mampu menarik tamu dari berbagai daerah di Indragiri Hilir. Kehadiran para pengunjung ini semakin memperkuat posisi Desa Bolak Raya sebagai destinasi wisata budaya religi yang kaya makna dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan serta dilestarikan.
(*/Red)
0 Komentar