Kerusakan yang telah berlangsung lama itu dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Akses transportasi menjadi terhambat, berdampak langsung pada perekonomian warga, kelancaran pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRPKP) Kabupaten Indragiri Hilir, Yusnaldi, menyatakan bahwa proyek pembangunan jalan kini telah memasuki tahap persiapan.
“Saat ini masih dalam proses penyusunan dokumen pengadaan barang dan jasa. Kita mulai dari lelang pengawasan. Jika berjalan lancar, pembangunan fisik ditargetkan dimulai akhir Mei atau awal Juni,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Ia menambahkan, perbaikan jalan tersebut diperkirakan akan menelan anggaran sekitar Rp6,5 miliar.
Sementara itu, Kepala Desa Igal, Abu Bakar, membenarkan rencana pembangunan tersebut. Ia mengatakan pihak desa telah menerima informasi resmi terkait program perbaikan jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
“Benar, informasi yang kami terima jalan itu akan dibangun tahun ini. Kami berharap masyarakat bisa bersabar dan prosesnya berjalan lancar,” katanya.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur ini menjadi prioritas, mengingat vitalnya akses jalan bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.
Warga Desa Igal pun berharap realisasi pembangunan tidak lagi tertunda. Pasalnya, setiap musim hujan, kondisi jalan semakin memburuk dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan. (Tim)